WAW! CASIO MELEPAS G-SHOCK YANG KE 100 JUTA
G-SHOCK berhasil melepas jam tangan produksinya yang ke-100juta. Seperti Apakah bentuk jam tersebut. Apakah memiliki fitur dan desain model yang keren?
MRG-G100B-1A4 jam tangan G-SHOCK yang merupakan jam tangan
ke-100 juta (G-SHOCK )
Dahulu jam tangan adalah barang yang harus
diperlakukan dengan hati-hati. Ia tidak boleh jatuh, terguncang, atau terkena
air.
Lalu suatu hari pada tahun 1981, Kikuo Ibe, seorang
pengembang jam tangan di Casio tidak sengaja menjatuhkan jam tangan hadiah dari
orang tuanya setelah lulus ujian masuk SMA. Sayangnya, jam tangan tersebut
rusak.
Ia kemudian mencari cara untuk membuat jenis jam tangan baru
yang tidak akan rusak meski terjatuh. Setelah lebih dari 200 prototipe, ia
akhirnya menemukan sebuah struktur bingkai jam tangan berongga yang dirancang
untuk menopang modul inti pada titik-titik tertentu. Penutup uretan juga
dibentuk di sekeliling bingkai.
Saat menjadi produk, jam tangan ini disebut DW-5000C, model
G-Shock yang pertama, yang diluncurkan pada April tahun 1983. Nama G-Shock
diberikan karena jam ini tahan terhadap guncangan kuat yang disebabkan oleh
gravitasi (jatuh bebas).
Pada tahun 1984, sebuah iklan di Amerika Serikat menampilkan
seorang pemain hoki es memukul G-Shock DW-5200 sebagai ganti karet hoki (puck).
Iklan ini membuat orang bertanya benarkah jam tangan ini sekuat yang
ditunjukkan dalam iklan.
G-SHOCK model pertama DW-5000C(G-SHOCK)
Untuk mencari tahu, sebuah program TV mereka ulang skenario
tersebut untuk membuktikan kekuatan jam tangan ini, dan hasilnya, G-Shock
tersebut masih menunjukkan waktu secara akurat walau dipukul dengan tongkat
hoki.
Hal itu membuat G-Shock populer di antara penggemar kegiatan
luar ruangan, petugas pemadam kebakaran, polisi, dan lainnya, di Amerika
Serikat.
Kepopuleran G-Shock bertambah ketika tahun 1990 pabrikan
memperkenalkan penggunaan grafik kristal cair pada seri DW-5900. Uniknya, model
ini baru populer di Jepang setelah majalah-majalah Jepang menampilkan tren yang
muncul di AS. Pada saat itu, DW-5900 memang hanya tersedia di luar Jepang,
walau Casio sendiri berasal dari Jepang.
Jumlah jam tangan yang dikirim ke Jepang pun tumbuh dari
sekitar 10.000 pada tahun 1990 menjadi sekitar 700.000 pada tahun 1995.
Pada pertengahan tahun 1990-an, Casio ingin meningkatkan
keragaman pemakai G-Shock, sehingga memperluas lini modelnya, menyesuaikan
jenis olahraga dan budaya.
Selain mode jalanan, pengembangan model G-Shock mulai
berhubungan dengan berbagai olahraga, seperti peselancar salju (snowboarder)
dan peselancar (surfer), serta penggemar musik reggae dan penikmat klub malam
termasuk para DJ dan penari.
Pada tahun 1997, sebanyak 2,4 juta jam tangan dikirim ke
Jepang dan sebanyak 6 juta unit terjual di belahan dunia lainnya. G-Shock kemudian
berkembang menjadi sebuah merek yang identik dengan kaum muda.
back case/pelat penutup khusus edisi 100.000.000(G-SHOCK)
Setelah tahun 1997, jumlah pengiriman G-SHOCK mulai menurun.
Hal ini mungkin disebabkan oleh peluncuran berbagai macam model kolaboratif dan
fokus pada jam tangan sebagai simbol mode daripada fitur intinya yaitu
ketahanan terhadap guncangan.
Dengan keinginan untuk kembali ke prinsip-prinsip dasar
ketahanan terhadap guncangan, Casio berfokus kembali pada performa G-Shock yang
tangguh. Model-model jam tangan G-Shock pun berevolusi baik dari segi
fungsi maupun performa.
Misalnya seri GW-300 (2002), yang dilengkapi dengan
teknologi kendali radio dan tenaga surya, GW-9200 (2008), yang dapat menerima
sinyal radio kalibrasi waktu dari enam stasiun di seluruh dunia, dan GW-4000
(2012), yang dilengkapi dengan teknologi Triple G Resist untuk bertahan melawan
guncangan, gaya sentrifugal, dan getaran.
Evolusi G-Shock itu masih berjalan hingga saat ini. Pada
bulan Mei 2017, Casio merilis GPW-2000 yang menampilkan modul Connected Engine
3-Way. Modul ini menerima sinyal kalibrasi waktu dari gelombang radio dan juga
satelit GPS sambil terhubung dengan penyedia layanan waktu (time server) dengan
cara penyelarasan (pairing) dengan smartphone. Hal ini secara otomatis
memperbarui data internal pada jam tangan mengenai zona waktu dan daylight
savings time (DST) dari sebuah smartphone.
Kini G-Shock dipakai semakin luas untuk berbagai jenis
aktivitas. Mulai dari olahraga ekstrim hingga militer.
Saat back case digrafir angka 100.000.000(G-SHOCK)
Pada bulan Agustus 2017, total pengiriman jam tangan G-Shock
ke seluruh dunia telah mencapai angka 100 juta unit sejak DW-5000C pertama
dipasarkan tahun 1983.
Tanggal 31 Agustus lalu dilaksanakan sebuah perayaan untuk
merayakan pelepasan G-Shock yang ke-100 juta di pabrik Casio di Yamagata. Pada
perayaan tersebut, di bagian atas pelat penutup jam tangan G-Shock digrafir
angka 100.000.000 dan pelat tersebut dipasang pada jam tangan MRG-G100B-1A4
yang merupakan salah satu jam tangan dari seri MR-G.
MRG-G100B-1A4 dilengkapi dengan sistem akuisisi waktu
hibrida yang menerima sinyal dari GPS dan gelombang radio. Jam tangan dengan
aksen merah tua ini membangkitkan ingatan akan baju zirah merah yang digunakan
ksatria samurai Jepang di zamannya. Sayang, unit khusus ini tidak
diperjualbelikan.
Sumber: http://lifestyle.kompas.com



